Sunday, October 29, 2006




Lebaran pertama di negeri Orang
Saya berusaha masak untuk persiapan halal bihalal (silaturahmi) lebaran yang pertama di negeri orang. Acara ini dihadiri oleh semua wong Indonesia di Graz...pak Syarif, keluarga Zaenal, bu Corinna, pak Aswandi, mas Yitno, Sendhi 'suroboyo', kang Dudy sbg Hausmeister, bang Jimmy dan tentu saja si bungsu Haryo. Ada ikan lombok ijo, udang telur, sop tahu, oseng tahu dan daging kare...tapi apa daya keasinan...hihi...terpaksa tuan rumah mas Dudy menanggung malu..maaf ya. Untungnya bu Corinna bawa Skutel Makaroni dan Kue, Mas Jimmy juga bawa cake, pak Aswandi bawa sambel goreng tahu dan tentu saja Samgorat dari keluarga Zaenal...nyam2...serta ada tambahan es krim, anggur dan saft dari tuan rumah...Mohon maaf Lahir Batin...semoga sukses selalu..amien.





Berkunjung ke Leoben
Sabtu, 28 Oktober kemarin, saya, mas Zaenal dan Mbak Titik mengunjungi rekan sejawat kami yang tinggal di Leoben. How beautiful city...surrounded lots of hill...terima kasih juga atas keramahtamahan mas Zaki, mbak Novi, Ilham, serta teman jauh dari Frankfurt..mas Widodo dan Mbak Arfah... Tentu saja kita sangat menikmati gule, teriyaki dan udangnya...Jangan kapok..saya insya Allah akan berkunjung lagi.

Monday, October 09, 2006









Jalan-jalan ke Graz
ini beberapa foto pertama-tama sampai di graz...

Thursday, August 03, 2006

Stand Alone Together
Meminjam istilah dari Tom Hanks dalam Band of Brother. Dalam beberapa minggu ini saya disibukkan dengan beberapa hal yang sangat mengganggu stabilitas emosi..
1. Apa iya orang pinter identik dengan kedewasaan berpikir?
2. Apa bisa kita fully rely on someone yang kita tahu dia lebih senior dalam pendidikan?
3. Apa balasannya jika kita mengerjakan 'do for nothing (secara duniawi)'?

Kesendirian, dalam jalan sunyi ini, saya mulai bisa melihat secara jernih bahkan dengan kaca pembesar yang begitu fokus, bahwa nggak semua orang akan mengerti diri kita. Walaupun telah dicontohkan para nabi dan rasul, tapi itu hanya berhenti sampai titik ajaran. Orang yang tampaknya baik dan pinter, bukan seperti itu dan demikian pula sebaliknya. Lebih banyak yang mengambil jalan 'gimana nanti', 'gimana saya' dan 'gimana untung rugi'.

The stories will go on...because the world is not enough for most people.